Pada coretan kali ini penulis ingin berkongsi temubual ringkas bersama band yang dinamakan sebagai Wolf Inside Me.

Wolf Inside Me adalah sebuah band berasal dari Kendari, Sulawesi. Dibarisi oleh Iwan Liergo(Voc) Epul(Bass) Emal(Guitar) Jody(Guitar) Ucil(Drum). Dengan irama Posthardcore/ Metalcore/Alternative mereka sebenarnya sudah pun rilis debut single ‘Retaliation’.

Ikuti temubual yang kami buat baru-baru ini.

Berapa usia Wolf Inside Me?

Terbentuk pada November 2017. Jadi hitungannya band ini sudah terbentuk kurang lebih 3 bulan.

Kenapa memilih nama Wolf Inside Me?

Sebenarnya kita memaknai nama Wolf Inside Me ini sebagai simbol kesatuan kami. Dimana kalau ngga ada nama Wolf inside me ini atau band ini kita ngga mungkin terkumpul untuk menjadi sebuah band. Nama Wolf Inside Me ini juga menjadi sebuah simbol dari peribadi atau karakter kami. Dimana kami memiliki sosok beringas serigala yg terpendam dalam diri kami yang akan keluar ketika kami berada di stage.

Siapa yang hasilkan lirik?

Penulis lirik dari debut single kami ‘Retaliation’ adalah Lead vocal kami sendiri iaitu Iwan Liergo.

Komposer?

Di compose bareng-bareng sama semua personil sih sebenarnya, untuk materil music dari debut single kami ‘Retaliation’.

Recording?

Kita Recording di salah satu home recording di Kota kami di Kendari. Nama studionya Orgasm Records.

Berapa lama untuk hasilkan ‘Retaliation?

Proses pembuatan materil musik dan lyric sebenarnya memakan waktu semingguan lebih. Terus untuk recording sekitar semingguan juga. Jadi total waktu yg kita pakai dua mingguan.

Apa mesej yang ingin disampaikan melalui ‘Retaliation’?

Mesejnya adalah dendam itu memang perlu di balaskan tetapi marilah membalasnya dgn sesuatu yg positif.

Contoh beberapa personil kami sempat di pecundangi oleh band-band mereka sebelumnya. Nah, kita pengen ngebalas, rasa sakit dipencundangi itu dengan cara kita ngebuat band lagi terus ngeluarin karya atau lagu yang bagus biar. Buat mereka iri dan kalah secara kreatifitas.

Wolf Inside Me dianggotai oleh dua orang yang sebelum ini bermula dengan scene di Kota Kinabalu, kenapa berhijrah ke Indonesia?

Untuk memperluas lagi pengetahuan dalam dunia music, cuba membuktikan sesuatu dan memperbanyakkan lagi teman di dunia music yang sama.

Perbezaan scene di Kendari dan Kota Kinabalu?

Scene Sabah dan Indonesia sama saja,  lebih kurang macam di sabah juga. Tapi sabah memang owesome kata Epul dan Emal. Banyak band-band hebat dengan genre yang banyak  seperti Chugs On Deck, Measmata, BOIL, Markaz 69, Corella Attack dan banyak lagi dengan genre masing-masing yang owesome. Indonesia pula,  khusus di Sulawesi Tengara,  musiciannya lebih kepada deadcore, brutal deadcore, slamming.

Haha, dan yang pasti tiada beza kerna music menyatuh kan semua pemusik.

Future Plan?

Future plannya adalah EP album atau mini album. Sekarang kami masih dalam proses pengerjaan lagu-lagunya. Dan mungkin nanti setelah rilis EP album kita juga pengen ngadain tour untuk EP album kami.

Begitu sedikit temubual ringkas yang sempat penulis buat bersama Wolf Inside Me yang akan beraksi di ‘Teriak Lewat Karya’ di Roemah Kopi 14, Kendari. Penulis juga sudah mendengar karya mereka ‘Retaliation’, pastinya hasil mereka sangat padu dan padat dengan growl dan screaming. Sesekali clean vokal dilontarkan sememangnya melengkapi karya mereka ini. Susunan lagu yang mempunyai klimaks yang mampu menyentuh jiwa.

Terima Kasih & Semoga Wolf Inside Me terus maju ke hadapan.

Wolf Inside Me Debut Single ‘Retaliation’.